Minggu, 24 Februari 2013

diferensiasi sosial

Diferensiasi Sosial a. Pengertian Diferensiasi Sosial Diferensiasi secara umum adalah proses pembedaan perolehan hak dan kewajiban dalam masyarakat secara horizontal tanpa membedakan status. b. Bentuk Diferensiasi Sosial 1. Berdasarkan Aspek Alamiah (berdasarkan bawaan lahir) Diferensiasi sosial berdasarkan ras. Yaitu suatu bentuk pengelompokkan masyarakat berdasarkan perbedaan pada ciri-ciri fisik yang sama. Misal : - Ciri-ciri fisik Rambut, tinggi dan berat badan, bentuk hidung, bentuk wajah, bentuk dan warna rambut. Berbeda ras berbeda cara mendapatkan hak dan kewajiban. Hal ini dapat dilihat dengan adanya pembedaan ras berdasarkan warna kulit yang disebut dengan ras superior dan ras inverior. Ras superior, warna kulit putih, yang dianggap memiliki hakikat dan martabat yang lebih tinggi dibandingkan dengan ras inverior, warna kulit berwarna hitam. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya diskriminasi ras di Amerika Serikat atau politik aparte di Afrika Selatan. Diferensiasi sosial berdasarkan jenis kelamin. Yaitu suatu bentuk pengelompokkan masyarakat dilihat berdasarkan diferensiasi jenis kelamin yang dimiliki seseorang. Misal : Dalam etnis Batak, yang berhak menentukan warisan adalah laki-laki dan sebaliknya dalam etnis Minang Kabau, perempuanlah yang berhak menentukan warisan. Diferensiasi sosial berdasarkan intelektual (kemampua berfikir). Intelektual merupakan suatu kemampuan berfikir seseorang atau faktor gen. Kemampuan berfikir seseorang sangan tergantung pada faktor kelahiran. Hal inilah yang menyebabkan munculnya pembedaan-pembedaan kelas pada sekolah-sekolah tertentu. Diferensiasi sosial berdasarkan umur/usia. Berbeda umur berbeda hak dan kewajiban tergantung pada tingkatan umur seseorang. Tingkatan umur secara umum, yaitu : Balita (< 5 tahun) Anak-anak (5-11 tahun) Remaja (12-18 tahun) Dewasa (> 18 tahun) Hak dan kewajiban seorang anak-anak berbeda dengan hak dan kewajiban seorang remaja dan dewasa. Berdasarkan Aspek Sosial Budaya (manusia membuat sendiri) Diferensiasi sosial berdasarkan agama. Yaitu suatu bentuk pengelompokan masyarakat berdasarkan perbedaan agama yang dianut oleh seseorang. Agama diciptakan manusia berbeda-beda tergantung pada keyakinan masing-masing. Setiap agama berbeda hak dan kewajibannya. Tetapi tujuannya satu yaitu surga. Misal : - Agama Islam diwajibkan sholat 5 waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, zakat, serta menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Diferensiasi sosial berdasarkan profesi (kelompok pekerjaan). Yaitu suatu bentuk pengelompokan masyarakat dilihat berdasarkan diferensiasi profesi/pekerjaan yang ditekuni oleh seseorang sesuai dengan keahlian dan keterampilan tergantung pada jenis, tujuan dan tanggung jawab pekerjaan masing-masing. Misal : - Seorang guru berbeda hak dan kewajibannya dengan seorang dokter. Diferensiasi sosial berdasarkan suku bangsa (etnis). Yaitu suatu bentuk pengelompokan masyarakat dilihat berdasarkan diferensiasi suku yang dimiliki seseorang yang didasarkan pada asal usul, budaya, adat istiadat, atau kebiasaan yang sama. Misal : Suku Batak, Jawa, Nias, Minangkabau, dll. Berbeda suku berbeda hak dan kewajiban tergantung pada adapt istiadat dan kebiasaan masing-masing suku. Contoh : - upacara kematian. - upacara perkawinan. Diferensiasi sosial berdasarkan klan/marga/farm. Yaitu suatu bentuk pengelompokan masyarakat berdasarkan perbedaan diferensiasi sosial latar belakang kekerabatan seseorang yang terdiri atas satu nenek moyang dilihat melalui garis keturunan yang sama (kesatuan geneologis). Misal : Batak, nias, Minangkabau, Ambon. Berbeda klan/marga, berbeda hak dan kewajiban tergantung pada ketentuan klannya masing-masing.

0 komentar:

Poskan Komentar